Tampilkan postingan dengan label KEGEMARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGEMARAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juli 2009

KESAKTIAN SUATU PROSES


Proses adalah panduan dan/atau pelaksanaan langkah demi langkah tindakan atau aktivitas untuk mencapai tujuan. Tujuan itu bisa tujuan perorangan maupun tujuan dari suatu kelompok orang. Walaupun kita berangkat dari pendapat yang berbeda beda, atau modal yang berbeda beda, bila prosesnya bagus dan sudah disetujui oleh semua anggotanya serta dilaksanakan secara konsisten dan benar, maka pasti akan membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama.


Sebagai contoh sederhana, marilah kita simulasikan dengan angka angka. Misalnya kita bersama sama dengan 100 orang anggota masyarakat yang datang dari berbagai negara dengan latar belakang berbeda beda. Mereka semua akan memilih SATU bilangan sebagai tujuan mereka, sebagai angka kesatuan mereka. Setelah berdebat berhari hari, tidak tercapai kesepakatan. Ternyata ada seorang yang arif maju untuk memfasilitasi proses pencarian bilangan kesepakatan itu. Prosesnya adalah sbb.:


- Setiap anggota diminta untuk memilih secara bebas satu bilangan yang terdiri dari tiga dijit, tetapi tidak boleh ada dijit yang sama, misalnya XYZ.


- Langkah kedua, bilangan tadi dibalik, angka ratusan jadi satuan dan satuan jadi ratusan. Sehingga contoh bilangan tadi menjadi ZYX.


- Maka sekarang setiap anggota memiliki dua bilangan dimana ada bilangan yang lebih besar dari yang lain. Kurangkan bilangan yang lebih besar dengan yang lebih kecil. Misalnya hasil pengurangan itu adalah ABC.


- Bila hasil pengurangan itu hanya dua dijit, didepan hasilnya ditambahkan angka NOL, jadinya 0BC.


- Langkah berikutnya bilangan hasil pengurangan dibalik lagi, misalnya menjadi CBA atau CB0.


- Langkah terakhirnya, kedua bilangan terakhir dijumlahkan.


Berapa hasil akhirnya....????? Secara kompak semua anggota meneriakkan hasilnya adalah angka 1089. Itulah hasil yang disepakati sebagai angka tujuan mereka.


Ya...ya mereka berhasil karena mereka mengikuti dan mematuhi prosesnya dengan baik, benar, dan konsekuen.


Maka kalau kita mau bersatu, marilah kita mengikuti semua proses yang ada dengan baik, benar dan konsekuen, pasti kita semua akan puas dab bahagia.

Rabu, 31 Desember 2008

GAJAH,...GAJAH,....DAN GAJAH LAGI



Pada beberapa peluang kami berkesempatan mengunjungi tempat tempat wisata yang indah untuk menikmati pemandangan alam, keindahan kota, ataupun keunikan daerah tertentu. Sebagaimana daerah tujuan wisata tentunya mereka menjual barang barang souvenir bagi para pelancong yang mengunjungi daerah mereka. Topi, kaos, jaket, boneka, bunga, patung , gantungan kunci dsb. dijajakan. Kami selalu membeli beberapa untuk kenangan kami. Tetapi sampai dirumah ternyata barang barang tadi sangat beragam, sehingga menurut kami hal seperti itu tidak akan menampakkan keunikan.

Suatu saat kami berkunjung kerumah saudara yang ada di Malang, dirumah tersebut kami melihat banyak sekali patung katak. Mulai dari katak kerajinan rakyat yang sering dijual bila ada perayaan sekatenan di alun-alun keraton Yogyakarta sampai dengan katak yang benilai tinggi. Demikian juga ketika kami beranjang sana ke rumah salah seorang kerabat di Rumbai, kami melihat banyak sekali patung kuda. Ketika kami bertanya mengapa mereka senang dengan kuda atau katak. Mereka punya alasan alasan khusus. Kuda itu kuat dan mau membantu manusia, sedangkan katak itu bentuknya lucu dan hidup didua alam dsb., Sedangkan alasan umumnya adalah berlatih untuk fokus dan disiplin. Ya,... berlatih untuk bisa fokus dan disiplin.

Mengapa mengoleksi sesuatu yang khas bisa menunjang pembentukan perilaku fokus dan disiplin. Tanpa mengecilkan arti dan keindahan barang souvenir yang lain, dengan kita fokus terhadap sesuatu tentunya memerlukan disiplin dan komitmen yang tinggi untuk membuat prioritas terhadap jenis barang koleksi yang sudah kita tentukan tersebut. Lebih baik lagi bila komitmen itu didukung oleh seluruh keluarga.

Sebelum menentukan jenis gajah sebagai koleksi keluarga, kami memang mencari bentuk khas dan unik yang pada akhirnya nanti bisa menjadi ”trade mark” keluarga kami. Karena kebetulan kami tinggal di Riau, maka pilihan jatuh kepada patung gajah. Dasar pemilihan kami karena Riau itu termasuk gudangnya gajah Sumatra. Juga pada waktu itu ada area konservasi gajah didekat tempat tinggal kami.

Kami melihat gajah itu binatang tenang tidak bersuara banyak. Dia badannya besar tetapi bukan disebut sebagai raja hutan, karena pada intinya gajah tidak mau mengganggu atau memangsa binatang lain. Ia adalah jenis pemakan rumput. Tetapi dia pandai dan daya ingatnya tinggi. Bila diperlakukan dengan benar, dia bisa menjadi sahabat manusia asalkan kita bisa hidup berdampingan dengan mereka. Mereka bisa dilatih untuk transportasi tanpa BBM lho. Tetapi sayangnya manusia terlalu serakah, contohnya dalam membuka lahan seperti untuk kebun sawit atau perkebunan yang lain, terganggulah habitatnya. Maka timbullah konflik antara manusia dengan hewan ini. Keseimbangan sudah terganggu.

Disisi lain, disuatu daerah yang tidak ada habitat gajahnya, tetapi orang sudah mengenal dan menggambarkan dengan sempurna apa gajah itu. Banyak lukisan atau patung gajah yang diperjualbelikan dengan bentuk khasnya masing masing. Di Bali, di Kalimantan, di Tanah Batak, di Jogya, di Thailand, Srilangka, Jepang, sampai Amerika kita bisa menemukan patung gajah. Artinya gajah sudah dikenal secara universal. Setiap rombongan sirkuspun hampir pasti semua punya atraksi gajah.

Beratus patung gajah telah kami koleksi mulai dari yang besarnya sekuku kelingking sampai yang besarnya sekitar 1.5 meter yang kami letakkan didepan rumah. Bahan material yang dibuat patung pun beragam ada yang dari tanah, kayu, logam, keramik, semen, kain, kertas, plastik, emas, perak, gading, tulang, dsb. Patung patung gajah tadi bukan semuanya kami beli tetapi sebagian adalah oleh-oleh atau buah tangan dari saudara dan teman sejawat. Terima kasih.

Ketika kami tinggal di Minas, kami membuat sebuah patung gajah besar yang kami letakkan didepan rumah. Hari pertama setelah kami menyelesaikan pembuatan patung gajah dari semen itu, beredar issue bahwa ada gajah liar masuk camp. Tentunya membuat orang berbondong bondong untuk melihat gajah itu... sudah bisa ditebak, bagaimaka roman muka mereka, setelah melihat kenyataannya, ada yang ketawa, ada yang mengumpat, ada yang senyum gembira, dllnya karena yang dilihat hanya patung gajah belaka. Ayak-ayak wae...

Ada kisah unik lain yang menyangkut patung gajah itu. Ketika itu komplek rumah kami cukup banyak isinya sehingga banyak pula anak anak yang senang sekali bila bermain main disekitar patung gajah tsb. Permasalahannya, ketika kami pindah distrik, tentunya patung gajahpun akan pindah. Akibatnya ada dua anak pekerja asing tetangga kami yang mogok makan karena kalau sedang makan selalu naik gajah tsb..... kasian...Saat ini patung gajah itu sudah kami hibahkan area konsevarsi gajah didaerah Minas Riau.

Itulah sekelumit cerita mengapa kami mengkoleksi gajah. Kalangan teman teman kantor maupun teman komplek perumahan, mereka akan selalu menunjuk ke rumah kami bila ada yang ingin bertanya tentang gajah.

Minggu, 17 Agustus 2008

SULAP...TIPUAN YANG MENYENANGKAN


Ini mungkin bisa disebut anomali kehidupan, kita ”ditipu” tetapi nggak merasa rugi melainkan merasa senang. Menyenangkan dan memuaskan hati setiap penontonnya yang kagum pada permainan sulap yang aneh dan mentakjubkan adalah juga merupakan kepuasan bagi pesulap itu sendiri.

Rasanya banyak orang tahu bahwa sulap itu hanya trik, tetapi bagaimana trik itu? Inilah yang mengasyikkan.Ada orang yang kepingin belajar sulap untuk menghibur orang lain, dia akan mempelajari trik trik sulap itu. Akan tetapi ada juga orang yang hanya kepingin untuk menikmati hiburan sulap itu sehingga dia tidak kepingin tahu tentang rahasia trik itu, karena biasanya kalau sudah tahu maka komentarnya hanya...”ooo gitu tho...” setelah itu dia tidak akan terhibur kembali. Memang beberapa pesulap sering mengkaitkan atraksi sulapnya dengan sihir atau hipnotis, tetapi hal itu hanya untuk ilustrasi saja., untuk menimbulkan ilusi bagi mata penonton.

Sulap adalah seni untuk menghibur. Tidak ada bantuan dari setan atau mahluk halus yang lain, semuanya berdasarkan trik. Mulai dari yang sederhana seperti ”ibu Jari Putus” sampai ”Menghilangkan Gajah” ataupun ”Menerobos Tembok Cina”, semuanya didasarkan pada trik.Trik itu ada yang dengan tangan kosong, ada yang dengan alat alat sederhana, tetapi juga ada yang memakai teknologi tinggi dan sangat rumit. Tidak jarang dalam bermain sulap, si pesulap dibantu oleh para pembantunya yang menyamar menjadi penonton.

Atraksi sulap diciptakan dengan mengkombinasikan ilmu yang ada di dunia ini, seperti ilmu fisika, biologi, kimia, mekanika, komputer, dsb. Segala macam bagian ilmu itu diramu untuk menciptakan alat sulap yang unik. Walaupun alat sulap yang kelihatannya wajar saja, sebenarnya alat itu sudah direkayasa untuk menunjukkan trik khusus yang mentakjubkan.

Kalau baru baru ini ada perdebatan antara pakar pesulap dengan pakar komputer, itu sangat menggelikan. Karena sulap itu trik untuk menghibur yang kadang kala menggunakan alat alat khusus, sudah barang tentu kalau alat alat itu diganti dengan yang umum beredar di pasaran, tentunya akan menimbulkan kesulitan. Rasanya para pakar seharusnya tahu akan hal itu, sehingga hal itu tidak perlu diperdebatkan. Kalau mau nonton ya silahkan nonton, kalau nggak suka ya sudah, silahkan cari tontonan yang lain. ”Gitu saja kok repot.....”

 

Rabu, 13 Agustus 2008

TENTANG KOLEKSI MATA UANG

“Ya karena aku nggak bisa ngumpulin uang yang masih berlaku, ya aku kumpulin saja uang yang sudah nggak laku ini…” itulah jawabanku sekenanya kalau ada temanku yang bertanya apa sih gunanya mengumpulkan mata uang kuno dan tidak berlaku ini.. 
Tetapi sebenarnya dibalik itu, ada banyak sekali kepuasan yang aku dapatkan ketika aku menikmati koleksi mata uangku itu.  
Koleksi mata uang adalah salah satu bagian dari kegiatan numismatik. Kegiatan numismatik yang lain adalah mengumpulkan benda benda yang berhubungan dengan uang atau kertas berharga seperti token, medali, stempel, alat barter, surat hutang… dan mungkin sekali waktu akan sampai juga ke kartu kredit dsb. Aku sampai saat ini hanya mengkhususkan saja ke mata uang, baik itu yang kertas maupun yang logam. 
Mata uang adalah suatu alat pembayaran yang sah yang diterbitkan suatu negara. Dari mata uang kita bisa mengetahui banyak hal, diantaranya : Kita bisa mengetahui tingkat kebudayaan, tokoh, bangunan bersejarah ataupun kondisi alam dari negara penerbit mata uang itu. Hal khusus itu digambarkan dalam mata uang dalam bentuk arsiran arsiran garis halus dan indah oleh si pelukis uang. Tidak pernah ada gambar yang berupa foto dalam mata uang, tetapi semuanya digambarkan dengan garis garis arsir.
Kecantikan mata uang Indonesia bisa kita nikmati dalam beberapa seri mata uang yaitu seri wayang (1933), seri binatang (1956), seri kerajinan I (1958), seri burung (1959), seri Sukarno(1960), seri kerajinan II (1964) dan seri Sudirman (1968). Desain dan gambarannya sangat teliti, rapi warnanya sangat serasi, dan terlihat cekungan cekungan yang berefek tiga dimensi.
Dari koleksi mata uang ini kita juga bisa mengetahui kejadian terkait dengan kondisi keuangan negara seperti : gunting Syafruddin 1950 dimana uang 1000 rupiah dan 500 rupiah menjadi tinggal berharga 100 dan 50 rupiah; sanering 1959 dimana nilai uang dipotong menjadi tinggal bernilai 50% sedangkan yang 50% lagi dijadikan obligasi ; dan penyesuaian sebutan 1965 dimana nilai seribu rupiah menjadi satu rupiah.
Penamaan jenis mata uang Indonesia selalu dikaitkan dengan situasi kita dimasa itu, diantaranya : ORIDA – Uang Republik Indonesia Daerah – kita pada waktu masih banyak yang berpikir kedaerahan; ORI – Uang Republik Indonesia – kondisi setelah Sumpah Pemuda; Uang RIS – Republik Indonesia Serikat – pada waktu pemerintahan RIS; dsb.
Mengenai uang logam atau koin, biasanya untuk uang jenis ini adalah uang yang bernominal kecil. Hal ini dikarenakan supaya uang itu tahan lama. Kebanyakan koin bentuknya bulat, tetapi ada juga yang segi empat, segi enam, atau segi delapan. Variasi pinggirannya ada yang polos, bergerigi, ataupun bergelombang. Sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan yang berbentuk segitiga. Uang koin ini terbuat dari bahan tembaga, aluminium, atau cupro nikel. Ada dua jenis uang logam – yaitu ada yang disirkulasi dan ada yang tidak disirkulasi. Uang sirkulasi adalah uang yang sering kita pakai dan temui sehari-hari, sedangkan yang tidak sirkulasi kebanyakan beredar diantara kolektor dan bisa kita dapatkan dari Bank Indonesia. Uang logam kuno berasal dari jaman kerajaan seperti Majapahit ataupun jaman VOC. Uang koin sirkulasi yang pernah beredar di Indonesia adalah seri uang gobog, benggol, uang koin seri garuda, uang keluarga berencana, dsb. Sedangkan uang yang tidak sirkulasi diantaranya adalah seri margasatwa. Untuk menanggulangi keadaan tertentu Indonesia pernah mengeluarkan uang tersendiri, misalnya untuk daerah Riau, Irian Barat, dan Kalimantan.
Bagaimana dengan pemalsuan uang? Karena uang merupakan alat pembayaran, maka tak ayal lagi banyak sekali percobaan pemalsuan yang diperbuat orang. Pemalsuan uang ini sudad terjadi sejak lama. Maka dalam uang uang terbitan terdahulu peringatan hukumnya tertera dalam kalimat yang unik “ Barang siapa yang dengan sengaja meniru atau memalsukan………. akan dituntut dimuka Hakim”. Saat ini uang telah diperlengkapi dengan beberapa tanda tanda khusus untuk mempersulit pemalsuan.
Beberapa perilaku yang terlatih dan berkembang bila kita sebagai kolektor mata uang adalah kita bisa gigih, sabar, tekun, teliti dalam memburu mata uang; dan kita bisa mendapatkan banyak sahabat karena kita bisa berhubungan dengan para kolektor yang lain.
Produk baru yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk para kolektor saat ini adalah jenis “un-cut” alias uang yang belum dipotong. Uang yang bernominal 10.000,- sampai 100.000 rupiah dengan satuan masing masing dua dan empat buah dikeluarkan khusus oleh BI dengan sertifikatnya.
Bagaimana sih sebenarnya nilai koleksi itu? Bagi kebanyakan orang nilai koleksi mata uang akan tinggi sekali karena makin tahun akan makin langka. Dan aku setuju sekali dengan pendapat ini. 

Salam..