Jumat, 10 Oktober 2008

KESELAMATAN VS KEAMANAN

Untuk menjaga keamanan, orang memasang teralis disemua jendela, pintu atau lobang lobang yang lain di rumahnya. Karena masih juga belum terasa aman, dipasang lagi tembok tinggi disekelilingnya. Amankah mereka sekarang… mungkin merasa aman. Tetapi bagaimana dari segi keselamatan? Bagaimana bila terjadi kebakaran atau ada gempa bumi yang mengharuskan mereka segera keluar dari bangunan itu dengan segera?  

Tidak jarang dalam peristiwa kebakaran, ada korban jiwa yang melayang karena terperangkap didalam rumah. Mereka terperangkap karena tidak bisa keluar. Panik dan bingung, mereka lupa dengan situasi rumahnya. Sebelum kesadaran timbul, api telah menyambar mereka. Kalau kita ingat beberapa bencana gempa yang lalu, berapa jiwa yang terperangkap karena tidak sempat keluar dari rumah…

Memang kita harus mempertimbangkan keamanan, tetapi juga jangan lupakan keselamatan. Untuk membuat kedua hal itu tersedia setiap saat, ada beberapa cara yang bisa dipakai. Tidak salah orang memasang teralis, tetapi hendaknya teralis itu bisa dibuka dengan gampang oleh setiap penghuni rumah itu dari dalam. Bagaimana caranya? Mudah… banyak caranya. Salah satu caranya adalah walaupun semua lobang jendela dan pintu dipasang teralis, tetapi hendaknya ada satu atau dua lobang yang teralisnya bisa dibuka dengan mudah dari dalam. Hal ini dimungkinkan dengan konstruksi memakai engsel khusus atau paku khusus. Tentunya cara pemasangan dan lobang yang mana, ini hanya diketahui oleh penghuni saja. Dengan demikian penghuni rumah itu bisa keluar dengan segera bila diperlukan. Dengan cara ini keselamatan tetap bisa didapatkan dan rasa keamanan juga tetap terjamin.. 

Sayangilah jiwa yang hanya satu ini ....... 


Sabtu, 06 September 2008

D I S I P L I N . . . .

Rasanya sekarang banyak orang yang lupa dan tidak kenal dengan disiplin. Kemanakah si Disiplin itu sekarang? Mengapa banyak orang melupakan dia? Padalah dia adalah dasar keberhasilan, dasar kedamaian, dan bisa dikatakan dasar segala kesuksesan. 

Banyak kecelakaan yang terjadi seperti kecelakaan pesawat, kecelakaan kapal laut, kecelakaan kereta api, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja di pabrik-pabrik yang sudah tak terhitung lagi dengan jari. Padahal kalau diteliti .. katanya segala macam undang-undang, prosedur, lokakarya dsb sudah ada Sayangnya hanya sedikit yang berani mengungkapkan apakah segala undang-undang, prosedur, hasil segala lokakarya itu sudah dilaksanakan dengan disiplin?

Semua badan organik pemerintahan untuk melaksanakan peran legislatif, eksekutip, dan yudikatif telah ada. Dalam pemilihan pejabatnyapun saat ini sudah melalui pemilihan yang berbelit dengan kampanye, pemilihan langsung, fit & proper test, dsb. Tetapi tindakan korupsi masih juga tidak ditakuti walaupun hukumannya saat ini sudah berat seperti hukuman puluhan tahun penjara beserta denda ber MM rupiah sampai dengan hukuman mati. Kita yakin tatacara/prosedur kerja dimasing masing departemen itu pasti sudah ada, tetapi apakah prosedur itu sudah dilaksanakan dengan disiplin?

Dalam bidang jurnalisme, dengan dalih kebabasan pers seolah olah semua ”harus” tidak boleh rahasia. Rumah pribadi orang - dipanjat, mobil orang dihalang-halangi, semua ruang rahasia negarapun seolah olah harus bebas dimasuki untuk mengambil gambar yang bagus, pertanyaan yang dilontarkan tanpa memilah batas batas privasi, judul direkayasa secara negatif agar bombastis. Belum lagi kalau mencari berita dengan pakaian seadanya terus merangsek masuk, tanpa memperdulikan acara yang sedang terlaksana. Ini namanya kebebasan pers atau kebablasan pers? Rasanya, walapun dalam prosedurnya tidak tersurat, tentunya secara tersirat pastilah ada aturan disiplin untuk saling menghormati

Di bidang perniagaan, dari perdagangan skala besar maupun kecil kita banyak mengetahui adanya pemalsuan. Mulai dari pemalsuan dokumen, pemalsuan kwalitas, pemalsuan obat, minyak oplosan, daging glonggongan, dan masih banyak lagi. Masih banyak lagi hal hal yang tidak terpuji seperti pemalsuan/pelanggaran pajak, penipuan lewat ATM, jebakan jebakan pelaku bisnis kartu kredit, dll yang pada dasarnya mereka memanfaatkan kelemahan peraturan dan prosedur.

Mengapa perilaku disiplin terlaksana, mungkin yang ada dalam pikiran pelaku pelaku kasus diatas, bahwa disiplin hanyalah sebagai tatacara baris berbaris dan upacara saja. Padahal disiplin adalah perilaku yang patuh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab rohani, profesi dan sosial dimana didalamnya termasuk melaksanakan perundangan, peraturan secara konsekwen dengan didasari takut kepada Tuhan Yang Esa

Lalu siapakah yang berkewajiban untuk pendidikan disiplin ini, apakah hanya pemerintah saja? Kita sebagai masyarakat yang, mau maju dan damai dalam kehidupan ini tentunya kita harus berperan aktif untuk bersiplin mulai dari diri sendiri. Bila perilaku disiplin itu sudah terpateri dalam diri bangsa ini, nistaya kehidupan yang damai akan bisa kita rasakan dan wujudkan. 
Ayo kita mulai berdisiplin.....