Sabtu, 25 Juli 2009

KESELAMATAN MATA


Untuk bekal hidup kita seumur hidup, Tuhan hanya memberikan sepasang mata. Mata, indra jasmani untuk melihat segala macam keindahan yang diciptakan Tuhan serta segala rekayasa yang dilakukan manusia ciptaanNya baik rekayasa yang baik maupun yang buruk.

Dalam kehidupan kita, tentunya kita tidak bisa terhindar dari segala kegiatan, baik itu kegiatan belajar, kerja, olahraga dll dimana tentunya kegiatan kegiatan itu akan membawa kita kepada berbagai jenis bahaya, seperti bahaya panas, sinar, kimia, biologi, listrik, gerakan, tekanan, dll. Mata sangat peka terhadap itu semua. Agar kita tetap bisa menikmati kehidupan ini, maka pengamanan terhadap mata ketika kita melakukan kegiatan kita sehari-hari adalah mutlak diperlukan. Dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan peralatan mekanik dan listrik di perusahaan, perlindungan terhadap mata tentunya sudah disediakan atau diarahkan oleh pabrik pembuat alat alat tersebut.

Kecelakaan yang mungkin terjadi dari yang sangat ringan seperti kelilipan sampai dengan mata tertusuk benda tajam; atau mata terkena sinar atau panas yang tinggi; atau bahkan terkena bahan kimia, sangat mungkin terjadi pada diri kita. Sering pada seorang yang kelilipan...“Ah gampang, paling paling ditiup atau digujur air sudah bereslah”. Oh.. rasanya untuk kecelakaan mata kita jangan menganggapnya remeh seperti itu. Apa lagi bila terkena bahan kimia, karena ada bahan kimia yang bila kena air reaksinya akan semakin menjadi parah. Sekecil apapun luka atau celaka mata bisa mengakibatkan cacat permanen bahkan sampai mengakibatkan kebutaan bila tidak ditangani dengan tepat dan segera.

Walaupun segala pengaman yang menempel pada peralatan masih berfungsi dengan baik, kita masih harus waspada dengan kemungkinan kemungkinan yang lain. Untuk hal itu sebagai pengaman terakhir terhadap indra mata kita memerlukan Alat Pelindung Diri - Mata (APD Mata).
Bagaimana cara kita memilih alat pelindung mata yang tepat agar akibat kecelakaan mata ini bisa kita tekan sekecil mungkin, marilah kita berdiskusi lebih lanjut.... Hubungilah kami di sudjonadi@yahoo.com bila anda memerlukan informasi lebih dalam untuk hal ini.

KESAKTIAN SUATU PROSES


Proses adalah panduan dan/atau pelaksanaan langkah demi langkah tindakan atau aktivitas untuk mencapai tujuan. Tujuan itu bisa tujuan perorangan maupun tujuan dari suatu kelompok orang. Walaupun kita berangkat dari pendapat yang berbeda beda, atau modal yang berbeda beda, bila prosesnya bagus dan sudah disetujui oleh semua anggotanya serta dilaksanakan secara konsisten dan benar, maka pasti akan membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama.


Sebagai contoh sederhana, marilah kita simulasikan dengan angka angka. Misalnya kita bersama sama dengan 100 orang anggota masyarakat yang datang dari berbagai negara dengan latar belakang berbeda beda. Mereka semua akan memilih SATU bilangan sebagai tujuan mereka, sebagai angka kesatuan mereka. Setelah berdebat berhari hari, tidak tercapai kesepakatan. Ternyata ada seorang yang arif maju untuk memfasilitasi proses pencarian bilangan kesepakatan itu. Prosesnya adalah sbb.:


- Setiap anggota diminta untuk memilih secara bebas satu bilangan yang terdiri dari tiga dijit, tetapi tidak boleh ada dijit yang sama, misalnya XYZ.


- Langkah kedua, bilangan tadi dibalik, angka ratusan jadi satuan dan satuan jadi ratusan. Sehingga contoh bilangan tadi menjadi ZYX.


- Maka sekarang setiap anggota memiliki dua bilangan dimana ada bilangan yang lebih besar dari yang lain. Kurangkan bilangan yang lebih besar dengan yang lebih kecil. Misalnya hasil pengurangan itu adalah ABC.


- Bila hasil pengurangan itu hanya dua dijit, didepan hasilnya ditambahkan angka NOL, jadinya 0BC.


- Langkah berikutnya bilangan hasil pengurangan dibalik lagi, misalnya menjadi CBA atau CB0.


- Langkah terakhirnya, kedua bilangan terakhir dijumlahkan.


Berapa hasil akhirnya....????? Secara kompak semua anggota meneriakkan hasilnya adalah angka 1089. Itulah hasil yang disepakati sebagai angka tujuan mereka.


Ya...ya mereka berhasil karena mereka mengikuti dan mematuhi prosesnya dengan baik, benar, dan konsekuen.


Maka kalau kita mau bersatu, marilah kita mengikuti semua proses yang ada dengan baik, benar dan konsekuen, pasti kita semua akan puas dab bahagia.